Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan Menjadi Seorang Peneliti Muda

Perjalanan Menjadi Seorang Peneliti Muda Sumber: Instagram @qonyanjani Jas laboratorium dan sarung tangan karet telah menjadi bagian dari Qonita sebagai peneliti. Perempuan kelahiran Palu, 21 Februari 1995 ini bernama lengkap Qonita Kurnia Anjani, S.Si., Apt., PhD. Saat ini ia menetap di Belfast, UK dan tengah sibuk bekerja sebagai Postdoctoral Research Fellow di School of Pharmacy, Queen’s University Belfast. Saat berusia 14 tahun, ia merantau ke Gorontalo untuk mengenyam Pendidikan Menengah Atas, tepatnya di Man Insan Cendekia Gorontalo. Setelah lulus, ia tidak pernah menetap di tanah kelahirannya. Ia selalu melanglang buana untuk mengenyam pendidikan dan mengejar mimpinya. Sejak kecil, Qonita memiliki cita-cita untuk menjadi dokter. Namun hal tersebut berubah ketika ia mengikuti lomba ISPO (Indonesian Science Project Olymipad) saat ia masih duduk di bangku Madrasah Aliyah. Seorang juri pernah bertanya kepadanya mengenai apa cita-citanya. Akan tetapi ketika mendengar Qonita mengataka...
Postingan terbaru

Resensi Novel Samantha by Risa Saraswati

Resensi Novel Samantha by Risa Saraswati Judul Buku      : Samantha Pengarang       : Risa Saraswati Penerbit           : PT. Bukune Kreatif Cipta Tahun Terbit    : Februari 2018, cetakan pertama Dimensi buku  : xii+192 halaman; 14x20 cm Harga Buku     : Rp. 67.100 (Harga Pulau Jawa) ISBN               : 978-602-220-258-5 Peresensi         : Naily Kurnia Riskiani; Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako Blurb Buku Terlalu lama aku melupakan Samantha, sosok hantu anak perempuan yang kutemui saat umurku masih belasan. Sampai di malam ini, dia muncul dan bertanya dengan malu, apakah aku masih ingat padanya? Seketika, aku ingat janjiku pada anak cantik bersorot mata sedih dan kesepian itu untuk sering mengunjunginya dan mengajak sahabat-sahabatku. Aku benar-benar ceroboh telah melupaka...

Masuk Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Tadulako

    Saat membaca judul, tentu terbesit pertanyaan "Bagaimana rasanya ?" masuk jurusan yang keren tersebut. Saya tidak akan langsung menjawabnya, tapi saya akan menceritakan apa saja yang saya rasakan saat berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Semoga ini membantu kamu yang masih kebingungan untuk memilih jurusan perkuliahan nanti.     Memilih Ilmu Komunikasi sebagai jurusan untuk perkuliahan merupakan keputusan besar dari beberapa pilihan yang ada pada daftar jurusan tujuan saya. Selain Ilmu Komunikasi, jurusan yang masuk dalam daftar pilihan saya yaitu Hubungan Internasional, Sastra Indonesia, dan Teknologi Pendidikan. Menentukan satu dari empat pilihan tersebut bukanlah hal mudah. Saya tertarik pada Hubungan Internasional karena saya ingin menjadi diplomat dan bisa bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman atau Korea. Saya minat pada jurusan Sastra Indonesia karena saya suka menulis dan membaca novel. Untuk Teknologi Pendidikan, karena situasi pa...